Kegigihan Yang Merubah Dunia
Resensi ini telah dimuat di KORAN TEMPO Minggu, 25 Juni 2006
Seorang teman yang berprofesi sebagai fasilitator pelatihan pernah mengatakan bahwa dewasa ini
jaman semakin mudah sekali. Setiap saat ia mendapatkan tawaran untuk memfasilitasi lokakarya untuk topik apapun dia tidak pernah gentar lagi untuk menjalankannya. “Tinggal tanya saja pada Dr. Google, semuanya beres ..,” tukasnya. Tentu, yang ia maksud adalah sebuah situs internet www.google.com yang lazim disebut sebagai mesin pencari (search engine). Memang sulit dibayangkan bila kita mengakses internet yang berisi jutaan situs tanpa menggunakan mesin pencarai seperti google. Jasa dari situs google ini sudah bisa dirasakan manfaatnya bagi siapapun yang memerlukan referensi maupun informasi. Mahasiswa yang menyusun thesis, siswa yang menyusun tugas sekolah, pengemar hobi musik yang ingin mengetahui informasi tentang kelompok kesayangannya bahkan hingga wanita hamil yang ingin merawat kandungannya dengan baik. Apapun yang diperlukan, google.com siap membantu dalam waktu singkat.
Situs Google didirikan tahun 1998 oleh Sergey Brin dan Larry Page, dua orang teman yang memiliki visi sama dalam kegemaran mereka terhadap komputer. Pada mulanya, mereka membangun Google hanya berdasarkan keinginan teknikal mereka untuk menciptakan sebuah mesin pencari tercepat dan efektif, tanpa mempedulikan apakah akan mendatangkan uang atau tidak. Berdasarkan kerja keras dan mengerahkan semua keahlian mereka dalam matematika dan komputer, mereka berusaha sekuat tenaga mencari algoritma tercepat. Tujuan mereka adalah membantu orang, terutama lingkungan universitas Stanford dimana mereka menempuh PhD, untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan secara cepat sesuai kebutuhan. Brin dan Page memiliki keyakinan bahwa menciptakan mesin pencari yang paling cepat dan efektif melalui internet akan memberikan dampak yang signifikan. Nama ggogle sendiri berasal dari googleplex yang berarti jumlah yang besar, sesuai dengan banyaknya data yang harus diproses. Google sendiri telah menjadi kata kerja dalam perbendaharaan kata. Mesin pencari google dikenal jutaan orang di dunia tanpa media iklan, semuanya dijalankan melalui word of mouth (ketuk-tular).
Membaca buku The Google Story ini kita dibawa pada suatu perjalanan mengagumkan dari dua orang enterpreneur muda. Dimulai dari alam universitas komputer dimana berkumpul para pencinta komputer dan keinginan mereka terhadap bidang yang mereka tekuni. Dengan kecintaan terhadap bidang keahliannya mereka membangun dengan gigih sebuah impian, tanpa mempedulikan apakah akan membuahkan uang. Yang terpenting adalah mimpi mereka tercapai. Google lahir bukan melalui perencanaan bisnis yang matang. Bahkan Brin dan Page sama sekali tidak pernah memikirkan model bisnis seperti apa yang akan mendatangkan pendapatan bagi Google. Pada awalnya mereka hanya berambisi untuk memecahkan masalah mendapatkan informasi yang tepat dari belantara jutaan situ internet yang ada. Mereka tidak puas dengan mesin pencari yang saat itu sudah ada, yaitu AltaVista yang tidak memberikan hasil yang diinginkan.
Brin dan Page membangun Google dengan prinsip bahwa pengguna komputer harus mendapatkan data yang mereka inginkan dalam waktu cepat dan tepat, tanpa adanya sedikitpun gangguan tampilan iklan. Prinsip ini terus mereka pertahankan hingga pada saat mereka memperjuangkan mendapatkan suntikan dana segar 25 juta dollar dari dua pengusaha dana
ventura
. Lalu, bagaimana Google mendapatkan uang? Ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab oleh Brin dan Page. Selama bertahun-tahun mereka berusaha mendapatkan model bisnis yang paling pas untuk Google tanpa mengorbankan prinsip “tanpa iklan” di halaman utama.Pertanyaan ini akhirnya terjawab beberapa tahun kemudian yakni dengan mengimplementasikan kombinasi sistem lelang dan jumlah “klik” yang dilakukan oleh pengguna. Ini berarti bahwa urutan penampilan iklan di halaman kedua (setelah pencarian dilakukan) bukan semata ditentukan dari berapa besar pemasang iklan berani bayar, tapi juga dikombinasikan dengan jumlah klik dari pengguna. Ini jelas jauh berbeda dari Yahoo! yang kapitalistik karena urutan iklan didasarkan pada besarnya dollar pemasang iklan berani membayar.
Buku yang ditulis oleh wartawan Washington Post dan pemenang Pullitzer Prize, David A. Vise, ini memberikan banyak pelajaran kepada kita. Pertama, kegigihan dalam menekuni bidang yang digeluti melalui kerja keras dan inovasi – tanpa memperhitungkan hasil finansialnya terlebih dahulu. Brin dan Page telah menunjukkan bahwa kerja keras, kreasi dan inovatif akan membuahkan hasil. Memang berhasil luar biasa, yaitu dari investasi awal 100ribu dollar, Google belakngan ini memiliki nilai pasar sebesar 40 milyar dollar. Kedua, Brin dan Page telah membuktikan bahwa mendapatkan uang berlimpah tidak harus mengorbankan prinsip utama dalam pelayanan kepada pengguna komputer. Ketiga, kearifan dalam menyikapi penolakan sehingga tidak menurunkan motivasi. Misalnya, pada saat Brin dan Page ditolak pada saat menawarkan kerjasama dengan Yahoo! Mereka kecewa namun tidak berlarut-larut dan kembali menekuni bidangnya hingga Google menjadi lebih besar dari Yahoo! Tiga pelajaran ini tentu semakin lebih bermakna lagi mengingat Google.com dewasa dikunjungi oleh 64juta orang per hari dengan menggunakan lebih dari seratus bahasa.
Gatot Widayanto
Konsultan Manajemen