*) Resensi ini telah dimuat di KORAN TEMPO, Ruang Baca, 24 Sept 2006

Apa yang Anda harapkan dari buku-buku dengan imbuhan Way, seperti The IBM Way, The Toyota Way, atau The Apple Way? Kisah suksesnya sehingga mencapai suatu posisi puncak pada suatu saat, atau konteks persaingan dan bagaimana menyiasatinya? Apapun harapan Anda, mungkin buku The Apple Way ini, menurut penulisnya – Jeffrey L. Cruikshank, seorang konsutan berbasis di Boston – juga membahas kisah gagalnya. Seperti Soichiro Honda pernah mengatakan Success is 99.9% failures, buku ini juga menguraikan bahwa dibalik sukses Apple yang fenomenal, perusahaan ini mengalami jungkir-balik di industri berbasis teknologi ini.
Dengan penjualan iPod yang telah melampaui angka 10 juta unit, lonjakan harga saham sebesar 250% dan laba bersih sebesar 530% dalam kurun hanya satu tahun, tak pelak lagi Apple merupakan perusahaan dengan prestasi luar biasa. Prestasi ini dicapai Apple dicapai dengan cara yang tidak mudah dan bahkan sangat berliku, penuh gejolak. Dimulai dengan perjuangan melelahkan produk komputer Lisa di tahun 1983 dan suksesnya iPod dewasa ini, Apple bias dikatakan telah melakukan perubahan revolusioner di industri komputer.
Dengan percepatan perkembangan teknologi dewasa ini, Apple telah belajar dari kiprahnya bahwa perusahaan tidak bisa melakukannya sendiri meskipun cerdik, secerdik apapun. Pasar berkembang begitu cepat, teknologi berkembang semakin kompleks, dan semakin banyak orang pandai yang melakukan inovasi dan investasi. Buku ini mencoba mengulasnya secara gamblang dan terinci tentang rahasia dan prinsip-prinsip manajemen yang berlaku di Apple sehingga menjadi seperti dewasa ini. Termasuk disini pengembangan produk yang inovatif, strategi jitu dalam pemasaran, kemasan dan desain yang unik, serta kuatnya budaya perusahaan.
Terdapat duabelas pelajaran manajemen yang dikategorikan dalam empat hal: membuat produk sebagai raja, membuat pelanggan sebagai raja, menerjang pola yang ada dalam pemasaran, dan memperbaiki pimpinan dan rencana kerja. Setiap pelajaran diulas dengan menggunakan kasus nyata yang dihadapi Apple. Salah satu contoh adalah tentang bagaimana Steve Jobs (salah satu pendiri Apple) memvisualisasikan visi nya ke dalam bentuk yang nyata dan bisa dimengerti semua karyawan dengan mudah.
Dalam pengembangan produk, tidak bisa kita pungkiri bahwa Apple sangat menomorsatukan hal ini. Lihat saja iPod dengan desain yang elegan, mudah digunakan dengan menu sentral berbentuk seperti roda, dan pemilihan warna kemasan yang menarik. Ini baru dari segi penampilan. Dalam hal perangkat, iPod didesain dengan teknologi hard drive secata teliti. Dalam hal perangkat lunakpun, setiap produk Apple selalu dikembangkan dengan prinsip berimbang menggabungkan konsistensi dan kontinuitas. Setiap aplikasi yang dikembangkan selalu konsisten sehingga tidak ada masalah dalam perkembangan versi selanjutnya. Fitur yang telah adapun disempurnakan dengan menggunakan asas kontinuitas sehingga pengguna bisa merasakan manfaatnya secara berkesinambungan.
Apple selalu menekankan pada bagaimana menciptakan kebutuhan bagi pelanggan melalui inovasi. Hal ini diawali dengan visualisasi dari visi secara gamblang. Ambil contoh misalnya saat Steeve Jobs memimpin rapat. Ia membuka tas plastik yang dibawanya, menuangkannya ke atas meja dan ternyata merupakan tiruan (mock-up) yang berbentuk seperti buku agenda yang terbelah dua. Belahan pertama adalah keyboard sedangakan belahan kedua adalah layar LCD. Dengan jelas Steve mengatakan bahwa Apple harus bisa membuat komputer dengan bentuk seperti buku agenda. Maka lahirlah PowerBook yaitu sebuah notebook dengan trackball di keyboard nya. Kepiawaian Steve Jobs dalam membumikan visi ini perlu mendapatkan acungan jempol.
Strategi pemasaran yang dilakukan Apple juga sangat praktis. Belajar dari Harley Davidson, Apple memasarkan produknya melalui komunitas. Dengan adanya komunitas seperti MUG (Macintosh Users Group) maka masalah teknis bisa diselesaikan oleh komunitas pengguna dan sekaligus bertindak sebagai corong Apple dalam menyebarkan hal-hal positif mengenai Apple. Strtaegi ini jitu dan efektif bila disertai dengan produk yang handal.
Dalam hal kepemimpinan., Apple telah berkali-kali mengalami perubahan CEO. Bahkan Steve Jobs, meskipun pada awalnya adalah pendiri, pernah juga dikeluarkan dari Apple.. Setiap CEO memiliki visi dan gaya yang berbeda. Cara melihat gaya masing-masing adalah, salah satunya, dalam pengalokasian anggaran untuk penelitian dan pengembangan (litbang). Karena ini adalah bisnis berbasis teknologi, peran litbang sangat vital dalam mendukung pelaksanaan inovasi yang dikembangkan.
Dinilai dari perspektif pembelajaran prinsip-prinsip manajemen secara umum, bisa dikatakan tidak banyak hal baru yang disajikan buku ini. Yang menarik justru dalam bahasan contoh-contoh ril dari Apple dalam hal kesuksesan dan kegagalannya. Hal ini justru yang membuat buku ini menarik. Buku ini jelas berbeda dalam sistematika dan isinya bila dibandingkan dengan buku lain iCon yang menitikberatkan pada figur Steve Jobs. (Ruang Baca Januari 2006).
Gatot Widayanto
Konsultan Manajemen
The Apple Way, Cruikshank, Jeffrey L., McGrraw-Hill, 2006. – 206 Halaman
Update (14 Aug 08):
Edisi Bahasa Indonesia akan diluncurkan minggu depan 21 Agustus 2008
salam kenal..
infonya sangat menarik.
dimana saya bisa mendapatkan buku ini??
trims..
-zaki-
Pak Zaki,
Salam kenal.
saya masih sering melihat buku ini di toko buku aksara pak. Silakan dicari pak .. mestinya masih banyak kok …
Salam,
Gatot
trimakasi yaa…
Sama2 pak Zaki … selamat hunting buku …
Wass,
Gatot
Pak Gatot…
Kenalan yuks. Saya Ratri yang kebetulan editor dari indonesia version buku The Apple Way ini. Mau nanya, boleh nggak kalau resensi ini di upload di website kami. Kebetulan kami akan promosiin buku ini dan launching di akhir august.
thnx
ratri
Mbak Ratri Yth.
Salam kenal.
Terima kasih telah mengunjungi blog ini dan berkomentar. Silakan kalo mau upload resensi ini di website mbak Ratri. Sebaiknya menyebutkan Koran Tempo karena udah dimuat di sana dan saya upload di blog ini dengan menyebutkannya juga.
Semoga bukunya sukses ya mbak …Buku bagus mestinya sukses…!!!!
Salam,
Gatot
Pak Gatot,
bisa minta kontaknya gak? Nanti saya mau ngundang bapak di acara launching. Semoga bapak bersedia dan tidak berhalangan datang.
Email saya aja japri.
thnx
Apple terbukti merupakan perusahaan inovatif yang sukses. Sudah sewajarnya Apple merasakan manisnya bisnis mereka dari keinovatifan produk dan solusi mereka. Salah satu kunci utama adalah keberanian untuk melebarkan value chain dan keluar dari eksklusifitas. Dari market yang sangat segmented ke yang lebih luas. Dari produk komputer hanya untuk kalangan tertentu menjadi banyak produk gadget yang dinikmati berbagai kalangan.
Pak Gatot, salam kenal…bagus sekali penjelasannya. Saya mendapat insiprasi dari bbrp artikel di blog bapak, matur suwun sanget. Boleh minta emailnya, bisa japri ke saya?
Mbak/bu Ratri, kapan & di mana launching buku The Apple Way versi bahasa Indonesia? Kabari ya…
Endra
Pak Endra …
Terima kasih atas komentarnya. Analisis Anda mengenai Apple sangat tepat. Sungguh sangat menarik kalau lihat bagaimana Steve Jobbs NEGO dengan Walt Disney pada saat kasus PIXAR dimana dia gak mau logonya lebih kecil dari Walt Disney – harus sama dan dia punya sikap “take it or leave it”. Hasilnya memang significant banget. Hebat memang Jobbs ini …
Salam,
G