Resensi ini telah dimuat di Koran Tempo Minggu, 24 Juni 2007, Ruang Baca.
———————————————
Rekan kerja saya, Dr. Jude de Silva, ahli telekomunikasi berbasis di Canberra, Australia, begitu semangatnya mempromosikan bagaimana orang bekerja tidak harus pergi ke kantor. Pada saat kunjungannya ke Jakarta dua bulan yang lalu, ia mengatakan kepada saya bahwa broadband internet access membuat semuanya menjadi mungkin. Dia sendiri menjalankan usaha jasa konsultansi telekomunikasi dengan timnya yang tersebar di beberapa negara seperti New Zealand, Malaysia dan Singapura dengan telecommuting. Pekerjaan dilakukan dengan file sharing melalui internet. Jude juga menceritakan mengenai bagaimana bisa mendapatkan uang melalui permainan (game) di internet seperti Second Life. Pada saat ia cerita, saya belum memahami betul maksudnya karena memang saya tidak begitu doyan dengan game. Setelah membaca buku Wikinomics, saya memahami sepenuhnya apa yang ia maksud.
Apa yang ada di benak Anda terhadap judul buku ini? Saya langsung berpikir bahwa ini merupakan istilah yang diciptakan dari penggalan kata Wikipedia dan Economics. Dugaan saya tidak meleset. Namun yang jadi pertanyaan saya: mengapa wikipedia yang merupakan ensiklopedia bebas di internet itu? Ternyata sang penulis menekankan aspek “kolaborasi masa” yang dewasa ini menjadi fenomena yang merubah dunia. Bayangkan, ensiklopedia bebas ditulis oleh ribuan bahkan jutaan manusia yang mengakses internet dan memberikan makna dari setiap obyek bahasan di wikipedia. Pada awalnya banyak yang ragu mengenai hal ini terutama dalam hal akurasinya. Namun dengan semakin banyaknya masukan dari kolaborator, akurasi bisa dipertanggung-jawabkan.
Apa yang bisa dipelajari dari buku ini? Ada tiga hal pokok: memahami fenomena penggunaan internet dewasa ini; dampak sosial, ekonomi dan budaya dalam perkembangan internet; dan bagaimana kita bisa mengambil manfaat untuk kehidupan kita. Buku ini diawali dengan kisah perusahaan penambangan emas bernama Goldcorp Inc. yang berbasis di Kanada. Perusahaan ini nyaris bangkrut hingga pada suatu hari sang CEO mengundang rapat internal penting yang merubah masa depan perusahaan ini secara drastis. Rob McEwen (sang CEO) mengumumkan kepada seluruh ahli geologinya untuk menggali semua informasi ladang mereka sejak tahun 1948 dan menyebarkan informasi itu secara bebas melalui internet. Tujuannya, mendapatkan masukan dari ahli geologi dunia mengenai identifikasi ladang-ladang produktif dengan kompensasi imbalan menarik. Hasilnya, ribuan masukan diterima dan perusahaan ini berhasil menemukan cadangan baru berdasarkan masukan yang diterima. Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi perusahaan kelas US$ 3 milyar.
Sebuah fenomena dahsyat karena pada umumnya perusahaan pertambangan mempertahankan
data-data ladangnya secara rahasia. Inilah fenomena internet dewasa ini karena dalam dunia wikinomics dituntut keterbukaan (openness), kerjasama (peering), berbagi (sharing) dan bertindak global (acting globally). Bila salah satu dari empat hal ini tidak dipenuhi, hasil yang diharapkan tidak akan tercapai. Pionir dari semua hal ini adalah sistem terbuka Linux. Gagasan Linus Torvalds membuat sistem yang pada mulanya ditujukan sebagai sistem operasi, telah berkembang pesat melalui internet. Pengembangan sistem gratis ini melalui kolaborasi dari programmer yang sukarela mengembangkan aplikasi secara terbuka (open source). Tidak sedikit perusahaan di dunia yang saat ini menggunakan aplikasi Linux.
Dampaknya adalah tumbuhnya generasi yang disebut sebagai Net Generation yang lebih suka ngobrol (chatting) di dunia maya ketimbang nangkring di suatu tempat tertentu. Seorang penulis fiksi ilmiah Cory Doctorow yang menerbitkan bukunya gratis secara elektronik mengatakan bahwa saat ini merupakan pertemuan antara keinginan manusia berkspresi, berkomunikasi dan berwirausaha dengan jaringan internet yang menawarkan perangkat menarik yang mudah digunakan. Lihat saja, sekarang begitu mudah menampilkan profil di dunia maya seperti MySpace, Facebook, Flickr, Technocrati dan sebagainya. Dari sini, pola hubungan antar manusia terbentuk, dan biasanya disertai dengan temu muka yang disebut dengan kopi darat yang merupakan cikal bakal terbentuknya komunitas. Kecenderungan berinteraksi berkelompok ini merupakan fenomena yang mengubah dunia.
Lalu, bagaimana memanfaatkan semua perkembangan ini bagi diri kita? Alkisah Werner Mueller, kimiawan yang bekerja di Hoechst Celanese (halaman 97). Ia mencintai kimia melalui penelitian. Karena keberhasilan penelitiannya, dia mendapatkan promosi. Setiap mendapat promosi, dia sedih karena pekerjaanya menjadi managerial dan jarang meneliti. Saat pensiun, ia melakukan hal yang dia cintai: penelitian dan pertukangan. Suatu hari, sebuah perusahaan farmasi memerlukan rancangan produk baru untuk dipasarkan. Gagasan sangat diperlukan dan perusahaan tersebut memposting masalah mereka di InnoCentive. Werner berpartisipasi dan berhasil sehingga ia berhak mendapatkan imbalan US$ 25,000. Dengan cara seperti ini dia bisa hidup berkecukupan.
Anda tidak perlu harus menjadi ahli kimia untuk mendapatkan uang. Yang pasti, melalui internet banyak hal bisa kita lakukan dan diuraikan di buku ini. Meski buku ini tidak dilengkapi ilustrasi grafis, tiap halamannya menguraikan fakta dan peluang menarik. Ini merupakan harapan baru dan bisa digali lebih jauh. Seperti kata grup rock Inggris, Yes, yang menorehkan kata : ”Without hope we cannot start the day”, saya serahkan Anda untuk menindaklanjuti ”harapan” Anda.
Gatot Widayanto – Konsultan Manajemen dan Penggemar Progressive Rock
