Ini kisah nyata. Ini karena HP anak saya mengalami masalah dengan baterai. Renacananya kami mau membeli baterai HP. Pada toko Nokia, baterai tersebut tidak ada stok. Akhirnya kami jalan mencari toko lain. Ketemulah kami dengan toko bernama MITRA MEDIA Cellular. Pada saat kami datang, toko kecil tersebut sedang melayani orang – mungkin juga temannya, membicarakan sesuatu. Begitu anak saya menanyakan tentang baterai HP Nokia N93i, sang penjaga malah bengong dan tanya: “Ada apa dengan baterainya?”. Setiap pertanyaan dia lontarkan satu persatu ke anak saya secara beruntun.
Singkat kata, akhirnya HP anak saya dibuka oleh sang penjaga toko tersebut. Pertama, secara fisik baterai tersebut dicek dengan menaruhnya di bidang datar berupa kaca di atas rak dagangannya. “Bagus, gak cembung baterainya,” begitulah komentar si penjaga toko. Kemudian ia tanya lagi beberapa pertanyaan ke anak saya: kapan belinya, tingkat pemakaiannya bagaimana, baterai bis bertahan sampai berapa jam, dan seterusnya dan sebagainya. Pokoknya pertanyaan dari dia banyak sekali.
Tak lama kemudian, dia mengeluarkan test meter. HP anak saya diperiksa kutub + dan – nya diulang bolak-balik. AKhirnya dia bilang: “Ini percuma diganti baterainya, karena HP nya sendiri kortslet alias nyedot baterai. Mau diganti baterai asli pun akan sama saja, kesedot terus tenaganya.” Kami tebengong-bengong gak percaya karena HP ini baru aja 2 bulan dibeli. Dia bilang: “Bapak musti bawa HP ini ke Nokia Center soalnya ini HP nya yang bermasalah, sama sekali bukan baterainya pak.” Wah .. saya terkesan sekali dengan si penjaga toko – yang ternyata juga adalah pemilik toko ini, yang bernama Meidian (seperti di kartu namanya). Padahal dia tidak punya baterai HP anak saya ini, tapi kok mau repot2 membantu kami menentukan “root cause” dari masalah HP ini. Saya bener2 terkesan sekali dengan pelayannyannya:
- Tidak langsung menawarkan barang (baterai) tapi menanyakan dulu apa masalahnya sampai ketemu “root cause” nya.
- Sabar dalam menanyakan persoalna HP ini ke anak saya, seperti seorang psikolog saja.
- Mau bersusah payah berusaha memeriksa HP anak saya dengan multi tester nya dia – meskipun dia tahu bahwa dia sebetulnya tidak punya baterainya. Artinya, kalo masalahnya di baterai pun, dia juga tidak punya. Apalagi kalo masalahnya bukan baterai, dia gak dapet financial benefit apa2. Salut!
- Memberikan solusi dan rekomendasi mengenai bagaimana sebaiknya agar mendapatkan barang yang bagus.
- Mau bekerja extra mile karena interaksi berlangsung sekitar 30 menit dan pada saat saya datang, toko sudah mau tutup (mendekati jam 21:00), tanpa ada kesan terburu-buru.
POKOKNYA saya puas sekali dengan pelayanan toko ini dan sambil bicara saya sempatkan menjepret foto beliau yang sabar dan bekerja penuh empati ini. Karena dari HP, ya agak buram. Tapi ya ini lah potret orang yang baik hati dan penuh kesabaran itu :
pak, ini kunjungan pertama saya, salam kenal (^_^)
saya juga sekarang lagi ngerintis bisnis fotokopi, mudah-mudahan bisa kaya mas yg diceritain. Amien
Kang Agah,
Terima kasih atas kunjungannya. Semoga bisnis foto kopi nya sukses!!! Bila bisa memberikan layanan yang bagus, pasti sukses lah!!!
Salam,
Gatot
inspiratif sekali…. terima kasih atas postingan ini.
Terima kasih bu Anna, sudah mampir dan berkomentar…
Salam,
G
Mas gatot,saya juga seorang wirausaha,mudah2n bisa melayani dengan setulus hati ,sukses slalu mas
Mas Gatot,
Salam kenal…
Terimakasih atas postingannya, saya sangat menyukai.
Sukses selalu Mas…
Mas Edi,
Terima kasih. Salam kenal!!! Sukses buat Anda juga!!!
Salam,
G