Sinopsis
Pengambilan keputusan telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, suka maupun tidak suka, diharapkan maupun tidak, dalam kondisi apapun. Setiap pergerakan kita selalu diawali dengan pengambilan keputusan. Bahkan bila Anda sedang duduk kemudian berdiri dan berjalan menuju ke tempat lain itu tentunya setelah Anda mengambil keputusan bahwa Anda mau bergerak dan meninggalkan tempat duduk Anda. Namun, hal ini mungkin tdk pernah Anda pikirkan karena hanya melibatkan keputusan “kecil” yang terlalu remeh untuk dipikirkan.
Dalam kondisi lain, Anda mungkin dihadapi dengan keputusan yang agak besar dan bahkan mungkin sangat besar, misalnya: memilih jurusan mana setelah lulus SMA, mau bekerja di bidang apa, pasangan hidup seperti apa yang Anda inginkan, dan sebagainya. Dalam konteks pekerjaan sering juga kita dihadapi dg situasi mengenai apa yang musti kita lakukan agar perusahaan tempat Anda bekerja tetap bertahan. Produk apa yang musti ditawarkan? Bagaimana promosi yang diperlukan? Bagaimana distribusinya? Pada harga berapa yang Anda anggap pas agar bisa diserap pasar dan memberi keuntungan berarti bagi perusahaan Anda.
Melalui tokoh Agam, buku ini mencoba mengulas proses pengambilan keputusan secara rasional menggunakan metode baku berdasarkan common sense. Agam telah enam tahun bekerja di sebuah perusahaan yang berbisnis dalam kedai kopi atau yang dewasa ini biasa disebut dengan istilah kafe gaul. Agam menikmati pekerjaannya karena memang secara naluri dia sangat senang melayani dan menyukai kopi sejak usia relatif remaja. Selain itu dia juga senang karena bisa bertemu banyak orang.
Kedai kopi Best Coffee telah beroperasi cukup lama dan pertumbuhannya cukup menggembirakan sehingga setiap tahun dibuka gerai baru. Namun, belakangan ini Agam dan juga Manajemen Best Coffee merasakan stagnasi yang pada masa mendatang bisa malah membawa ke kemunduran bagi Best Coffee. Agam tiap hari memikirkan hal ini dan mencari solusinya baik dari segi pelayanan maupun penataan kedai. Segala pernik detil menyangkut kedai ia perhatikan sehingga sering kali ia meluangkan waktu yg lama tiap jam kedai tutup untuk mencari solusinya.
Perbincangan dengan pak Sastro, salah satu pengunjung setia Best Coffee, yg terjadi beberapa minggu lalu, cukup mengganggu pikirannya. Ada dua hal yg membuatnya terusik. Pertama, terkait dengan pentingnya menyelesaikan masalah secara kelompok dan kedua, tentang pentingnya pemahaman mengenai permasalahan. Dari pikiran yg terusik tersebut akhirnya berlanjut dg beberapa perbincangan lanjutan pada setiap kunjungan pak Sastro di kedai Best Coffee. Perbincangan demi perbincangan akhirnya mengerucut bahwa Agam perlu mulai sounding ke Manajemen Best Coffee untuk perbaikan bisnis. Tidak hanya itu, pak Satro akhirnya memberikan inspirasi mendalam kepada Agam tentang pentingnya proses rasional dalam pengambilan keputusan.
Melalui perbincangan informal akhirnya hubungan Agam dan Pak Sastro berkelanjutan menjadi hubungan formal dalam bisnis karena akhirnya pak Sastro direkrut oleh Best Coffee sebagai konsultan bisnis. Yang menarik di sini adalah keterlibatan pak Sastro dalam proses transformasi Best Coffee menjadi konsep kedai baru yang berbeda dari sebelumnya. Tidak hanya itu, nama Best Coffee yang dianggap sebagai provider-centric diubah dengan sengaja menjadi customer-centric dengan nama baru MyChoice. Yang menarik, proses ini berlangsung cukup lama karena melalui proses rasional dengan metoda baku yang biasa disebut sebagai Problem Solving & Decision Making. Namun, hasilnya sungguh luar biasa bahkan memberikan dampak bisnis yang signifikan dan sangat positif. Bagaimana prosesnya dan apa dampaknya bagi Best Coffee dalam bisnisnya? Inilah yang akan dibahas dalam buku ini.
Nantikan segera penerbitan buku yang dikonsep dengan format nobiz (novel bisnis) dengan inspirasi dari The Goal (Eliyahu Goldratt) dan It’s Not Luck (Eliyahu Goldratt) atau The Power of Six Sigma (Subir Chowdury). Disajikan dengan penuturan santai namun serius dan filosofis …karena manusia adalah makhluk yang paling sempurna dalam berpikir!
Buku ini adalah karya pertama dari Gatot Widayanto, seorang konsultan bisnis yang telah dua puluh tiga tahun malang-melintang di dunia profesional mulai dari bidang penjualan (sales), project engineering, pemasaran, strategi bisnis, Six Sigma Quality, Human Capital Management dan project management. Gatot adalah juga seorang Corporate Facilitator dengan jam terbang lebih dari 300 hari pelatihan dan dengan jumlah peserta lebih dari 1.200 orang, diluar seminar. Di buku ini Gatot mengulas pendekatan rasional sistematis namun dengan dampak yang dramatis.
Judul:
Best Coffee – Transformasi Bisnis Revolusioner, Sebuah Novel Bisnis, 2009
Jakarta, 15 Des 2008
pak Gatot, kalo mau beli bukunya dimana? Thx ya infonya. Selamat lho sdh nulis bukunya
Pak Surjo .. terimakasih udah nyasar ke sini dan komentar.
Bukunya belum terbit, tapi dalam tahap finalisasi. Cover juga masih belum selesai kok pak …. Nanti dikabari ya pak .. Tksh banyak
Saya kira ini hal baru, bicara bisnis digubah dalam bentuk cerpen.
Inovatif, sukses mas Gatot
Bro Themulya,
Terima kasih banyak telah mampir dan komentar … Sukses buat Anda juga!!!
Salam,
G
om G,
klo sdh terbit, kabari yah. Kayaknya aku musti baca (beli ding!) buku ini jg
Selamat utk kelahiran buku pertama yah om:)
Salam,
Lutfi
Tentu .. tentu .. Terhambat neh ..masalah motivasi ..ha ha ha … Tapi digarap sambil masang IQ mustinya tambah semangat .. ha ha ha…