Cuplikan dialog pak Sastro dan Agam:
Agam:
“Iya pak …memang sering kali saya mendapatkan ide-ide gila .. yah kalo kata temen2 saya yang melek manajemen …itu istilahnya inovatif gitu pak … Tapi gimana ya ..kok rasanya sering gak yakin ya …?”
Pak Sastro:
“Gam, masalahnya bukan seorang yang otaknya brilian seperti kamu bisa membuat perubahan berarti…itu malah tidak penting!!”
Agam:
“Lho pak …bukankah sebagai karyawan yang professional saya harus berpikir sebagai pengusaha? …hmm…dituntut untuk memiliki ide2 brilian dan berpikir out of the box?”
Pak Sastro:
“Betul … itu 100% betul dan tidak ada satu orang bahkan buku manajemen paling mutakhir yang pernah ada yang menyangkal perkataanmu itu ….”
“Namun …” (Pak Sastro melanjutkan nyeruput kopi luwaknya …
”…itu hanya satu persen dari keberhasilan!”
Agam:
”Ah pak .. bapak ini gimana sih …orang udah mikirnya susah2 sampai mencari sumber inspirasi di malam hari …eh cuman dibilang satu persen …kumaha’ atuh???”
Pak Sastro:
”99% lainnya adalah membangun rasa memiliki bersama ….”
”Maksud bapak?”, sergah Agam tidak mengerti penjelasan Pak Sastro ini …
Pak Sastro:
”Sipapaun punya ide brilian, maka tidak akan pernah menjadi perubahan signifikan yang positif bila itu hanya ada di benak si penemu ide. Dia harus menjual ide tersebut ke orang lain dan secara tekun membangun rasa memiliki ide itu secara bersama dan membuatnya menjadi perubahan! Kalau setiap orang melihat bahwa itu melulu ide kamu, mana mungkin mereka mau menjalankan kalau mereka tidak merasa memiliki ide tersebut. Buatlah seolah ide yang tadinya adalah ide kamu, menjadi ide orang lain sehingga mereka merasa memilikinya. Jadi kuncinya, kalau punya ide tidak usah takut kehilangan pujian kalau ide itu tidak dianggap sebagai ide kamu meskipun sebetulnya kamu pencetusnya. Ini penting sekali, Agam …. Tidak ada suatu perubahan signifikan terjadi tanpa ada dukungan penuh dari orang-orang yang ada di organisasi tersebut. Dan .. dukungan terbaik adalah dengan memilikinya …”
Agam:
”Ooooooooooo ……”.