Ah, rasanya sudah lama sekali ingin menulis topik ini tapi selalu terlupakan. Sebetulnya tak ada masalah serius sih, saya cuman tergelitik saja. Mungkin sebagian dari Anda ada yang telah menggunakan jasa tol yang dikelola oleh Jasa Marga. Namun, pernahkah Anda perhatikan pada saat mengambil tiket atau membayar tol Anda rasakan keakraban ditunjukkan oleh petugas Jasa Marga?
Saya sendiri tergolong jarang mendapatkan nuansa keakraban ditunjukkan oleh petugas garda-depan Jasa Marga. Pernah sih sekali waktu saat antrian panjang, beberapa petugas mengambil inisiatif dengan menyambangi pengendara mobil memberi karcis atau melayani pembayaran agar lancar antriannya. Tapi itu sudah beberpa tahun lalu. Kalau di hitung setahun belakangan ini saya tidak pernah menerima sentuhan akrab dari petugas Jasa Marga, hingga saya berpikir: mengapa Jasa Marga musti pakai manusia ya? Sekalian saja pakai mesin, jadi ekspektasi kita (pengendara) terhadap keakraban tidak perlu lagi. Ah .. meski lewat mesin pun banyak mesin ATM yang berusaha ramah dengan penyapaan lewat program, bahkan lebih bagus daripada dengan petugas Jasa Marga yang seperti robot. (maaf)
Sebetulnya yang saya maksud dengan keakraban itu bukan diajak ngobrol, yah sekedar menunjukkan muka cerah dan senyum ..begitu sajalah ..sudah cukup. Mungkin mereka lelah juga ya, masak disuruh senyum terus setiap melayani? Yah .. sepertinya begitulah tuntutan dunia pelayanan dewasa ini dan sudah berlangsung lama sih sebenarnya. Jasa Marga saja yang mungkin terlalu memposisikan diri sebagai “yang dibutuhkan” sehingga merasa tak perlu tersenyum. Ya, haknya Jasa Marga. Kita, pengendara mobil, memang perlu sih jalan tol. kecuali kalau saya naik sepeda.
Namun, apa sih susahnya tersenyum atau bilang “terima kasih”? Bukankah rasa ceria dan gembira malah membuat kesehatan makin baik karena suasana hati jadi baik terus? Kalau manyun, seperti petugas Jasa Marga, malah membuat jutek pikiran, ya gak?
Selain senyuman, masih ada lagi: kadang kala petugas tak memberikan karcis tol setelah kita bayar. Memang sebagian diantara kita gak perlu karcis itu, namun apakah ini bukan indikasi bisa terjadinya korupsi?
Ya sudahlah, gak usah muluk2 dulu .. Andaikan saja petugas bisa sedikit senyum atau menunjukkan raut muka ramah, pengendara jadi terhibur, hati tenteram, kecelakaan berkurang karena dilayani dengan baik oleh petugas. Sebenarnya tidak sulit karena di acara Kick Andy pimpinan puncaknya mengatakan: “Pekerjaan saya main band dan hobi saya jadi Dirut Jasa Marga”. Artinya apa? Bapak Dirut nya sudah memiliki jiwa sebagai penghibur (main band) alias entertainer.
Kita tunggu ya …
Salam,
G

Ihiks…ihiks.. memang seiring dengan peningkatan kendaraan, mungkin juga para petugas jadi kurang tersenyum (karena pasti tingkat stress petugas makin tinggi). Namun tentu ini bisa juga menjadi saran/masukan bagi para operator jalan tol.
Sebenernya ada cara pandang lain yang bisa digunakan, bukan bagaimana membuat para petugas ‘tersenyum’ kepada pemaki jalan, akan tetapi bagaimana membuat pemakai jalan “tersenyum” terlebih dahulu (karena pemakai jalan telah terlayani dan merasa / mempunyai pengalaman yang baik di jalan tol)
Ha ha ha …defensif banget bro jawabannya … Yang namanya customer itu disenyumi dulu. Mosok nasabah bank suruh senyum dulu ke customer service bank. Opo tumon???
Hayo bikin JASA MARGA yang manusiawi …. Udah saatnya… Udah gak jamannya lagi service provider mecucu ….
Salam,
G