Ini adalah lanjutan catatan saya terkait kuliah DR Ram Charan di Indonesia HR Summit 2011, Nusa Dua, Bali pada tanggal 27 Sepetember 2011 yang lalu.
Peran sentral manusia sebagai penggerak utama bisnis
Kalimat seperti pada heading di atas sudah terlalu sering kita dengar dan mungkin beberapa dari kita sudah bosan mendengarnya. Bukan karena sering disebut, namun dalam prakteknya kalimat tersebut hanya diucapkan saja dan hanya beberapa CEO saja yang mempraktekannya. Ram Charan memulai diskusi dengan membahas seorang CEO yang memiliki dua mesin yaitu mesin bisnis dan mesin manusia. Dalam hal yang pertama, seorang CEO diharapakan bisa mempertanggung-jawabkan kinerjanya dengan membuktikan bahwa target-target yang ditetapkan bisa dicapai dengan baik. Sayangnya, untuk mencapai target tersebut dia tak kan bisa melakukannya sendiri. Ia harus dibantu oleh orang lain. Oleh karena itu ada dimensi mesin lain yang disebut dengan mesin manusia.
Ram menekankan bahwa aspek manusia lebih penting dari semua aspek lainnya karena tanpa midal manusia yang tepat dan efektif meraih target, hal lain apapun tak akan ada artinya, termasuk kecanggihan teknologi. Justru kita semua bisa menikmati gaya hidup seperti sekarang ini karena adanya manusia-manusia yang memikirkan bagaimana membuat hidup lebih mudah dan menyenangkan. Ram menanyakan kepada audiens apakah mengenal produk-produk seperti iPod, iTunes, iPad? Apakah ada di ruangan seminar yang menggunakan produk-produk tersebut? Beberapa hadirin, bahkan banyak, mengangkat tangannya menunjukkan mereka menggunakan produk tersebut. Setelah itu Ram menekankan bahwa semua itu tak lain awalnya dari ide brilian seorang Steve Jobs. Sebelumnya, tak pernah didengar produk-produk tersebut. Jobs menciptakannya. Karena kreatifnya itulah maka Apple sekarang menjadi perusahaan yang sangat kaya dan disegani di dunia. Dibalik itu semua adalah MANUSIA – seorang Steve Jobs. Manusia yang bisa berpikir dan mencari jawaban “apa yang sebenarnya dibutuhkan orang (pelanggan)” (What the consumers really want).
Untuk itu Ram Charan menekankan TIGA HAL terkait peran sentral manusia dalam menjalankan roda bisnis. Ia menekankan bahwa ia tak akan memberikan kuliah yang kompleks karena yang penting segala sesuatu haruslah SEDERHANA dan JELAS. Yang ia harapkan dari peserta seminar adalah bagaimana mempraktekkan hal-hal yang sederhana tersebut dalam dunia pekerjaan. Ia mengatakan: “Practice. Practice. Practice”.
- People before numbers. Maksudnya jelas di sini, sebelum membicarakan mengenai target-target bisnis yang harus dicapai, kita harus fokuskan perhatian kepada aspek manusia terlebih dahulu. Harus diidentifikasi talenta yang ada di dalam organisasi dalam menjalankan bisnis. Dewasa ini terjadi perang yang sangat tajam memperebutkan talenta untuk mengisi posisi-posisi kunci di dalam perusahaan / organisasi. Fungsi SDM di dalam organisasi menjadi tambah penting dan strategis karena ia harus mampu memenangkan peperangan dalam memperoleh talenta terbaik ini. Ram Charan menanyakan kepada audiens tentang negara mana yang tak memiliki sumber daya alam namun tergolong negara maju. Sebagian besar hadirin menyebutkan Singapura. Ya, Singapura tak memiliki apa-apa dalam hal sumber daya alam, namun mereka memiliki manusia yang memiliki talenta.
- Luangkan 15 menit tiap hari untuk mengembangkan orang. Ini merupakan langkah konkret dari butir pertama. Kita wajib meluangkan waktu dengan memfokuskan pengembangan orang lain, hanya 15 menit namun dilakukan setiap hari.
- Apakah Anda benar-benar mau mendedikasikan waktu Anda untuk mengembangkan orang lain?
- Bagaimana saya bisa membantu orang lain berkembang bersama talentanya?
- Identifikasi sekurangnya tiga cara untuk bisa melipatkan kapasitas orang dalam waktu 3 tahun.
- Lakukan evaluasi: Apakah orang ditugaskan sesuai dengan keahliannya? Ini sering terlewatkan. Padahal ini penting sekali. Tak ada orang yang mau disiksa melakukan tugas di luar keahliannya. Evaluasi mengenai hal ini harus sering dilakukan sehingga memberikan hasil penyesuaian dalam penataan orang di dalam organisasi. Bukan pekerjaan yang mudah, namun bisa dilakukan.