Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2018

Hari Rabu (21/02) lalu saya diundang oleh klien saya yang sedang mengadakan rapat koordinasi pemasaran untuke seluruh marketer-nya di Indonesia sebagai event challenger yang independen, diselenggarakan di Hotel Grand Mercure, Bandung. Ini sebenarnya kelanjutan dari rapat strategis yang sebelumnya di laksanakan juga namun dengan scope yang lebih luas yakni dalam hal perencanaan dan pengembangan bisnis. Event kali ini fokus hanya pada pemasaran sedangkan perencanaan dan pengembangan bisnis tak dilibatkan dalam rapat ini. Ada sekitar 40 orang yang hadir dalam sesi ini dengan agenda presentasi masing-masing sektor bisnis (ada 4 sektor) dimana saya diminta memberikan tantangan (challenge) untuk setiap pemateri yang empat itu.

Tema yang saya bawa dalam setiap challenge adalah poster pinterest ini: “Business has only two basic functions: Marketing and Innovation”. Dengan tema ini maka jelas bahwa saya ingin menanamkan kepada setiap peserta yang hadir bawa peran marketing amat sangat penting dan tak bisa sedikitpun dilewatkan.

d60c9a19840f95339a35ead201668409

Dalam sesi-sesi challenge yang waktunya khsusus diberikan ke saya setelah presentasi dan tanya-jawab dari peserta, saya menekankan dan memfasilitasi (baca: membakar!) semangat peserta dengan 7 hal pokok ini, yang harus ada di setiap sesi atau rapat pemasaran:

  1. Tingkat Kepuasan Klien. Mestinya setiap sektor bisnis memahami seberapa puas klien terhadap pekerjaan yang telah dilakukan baik di level nasional maupun cabang. Semua pemateri kemarin lebih menekankan pada aspek finansial: target revenue dan profit. Tingkat Kepuasan klien merupakan metric (ukuran) yang sangat penting sehinga musti dibahas di bagian awal dari rapat pemasaran, baru kemudian membahas finansial.
  2. Tiga hal penting apa yang akan dilakukan dalam bulan ini dan bulan depan. Marketing butuh speed dan kita sudah akan masuk bulan Maret, harus bisa cepat menindaklanjuti apapun rencana yang telah dibuat sebelumnya dan cukup fokus pada tiga hal namun yang amat penting.
  3. Apa yang telah berjalan baik selama ini (worked well) dan apa yang tak berjalan baik (did not work well). Dengan demikin kesalahan yang sama tak terulang lagi dan tak perlu dicontoh oleh cabang lain. Yang sudah baik, ditularkan.
  4. Apa yang telah dilakukan berbeda pada bulan ini? (What have you done differently this month?) Basis nya inovasi adalah melakukan suatu hal yang berbeda. Sudahkah dilakukan?
  5. Apa yang perlu dilakukan berbeda untuk ke depannya?
  6. Tumbuhkan selalu ANTHUSIASME karena Marketing is all about enthusiasm transferred to clients. If you do not demonstrate enthusiasm how can you expect your client does? (Sesi pagi kemarin banyak yang tidak anthusias terhadap apa yang terjadi di panggung).
  7. Dukungan apa yang dibutuhkan dari CEO? (specific)

7 hal ini harus ada dalam setiap sesi membahas pemasaran dan dimulai dengan seberapa puas klien selama ini karena tingkat kepuasan klien adalah leading indicator yang menentukan sustainability perusahaan di masa depan.

Kurang anthusias nya peserta sangat terasa di sesi pagi hari sehingga saya harus ambil peran membakar semangat mereka karena marketing is all about enthusiasm.

30fb4954636cb7d589e347b1baee4794

Bahkan, enthusiasm merupakan yang terpenting dan dalam konteks professional excellence termasuk dalam komponent ke tiga: Engagement – artinya seorang pemasar harus bisa engage orang lain bahkan kliennya!

 

Advertisements

Read Full Post »

Masterpiece

From Pinterest:

Read Full Post »

Do It Yourself

From Pinterest:

Read Full Post »

Kemarin saya diundang klien untuk berperan sebagai event challenger dalam rapat koordinasi direktorat perencanaan dan pengembangan bisnis yang diselenggarakan tanggal 8-9 Februari 2018 di Novotel Bandung. Peran saya adalah memberikan tantangan kepada pemateri yang terdiri dari 4 orang Kepala Divisi menyangkut: perencanaan bisnis, pengembangan bisnis, sumber daya manusia dan teknologi informasi. Rapat strategis yang bercakupan nasional dan bertema : Closing the Gap Between Strategy to Implementation. Saya diminta menanggapi dan memberi tantangan kepada masing-masing pemateri setelah selama 45 menit mereka membahas rencana kerja mereka untuk tahun 2018 ini.

Start with WHY

Saya menggunakan kerangka sederhana dari Simon Sinek: Start with WHY pada saat saya memulai sesi tanggapan dan tantangan dari saya.

Golden Circle

  • Mengapa Anda berada di sini? Pertanyaan ini penting untuk Anda sekalian jawab sebelum melangkah ke sesi selanjutnya karena tanpa memahami sepenuhnya alasan mengapa Anda berada di sini – maka perjalanan Anda ke Bandung (termasuk macet hingga dicapai dalam 6 jam) akan menjadi sia-sia baik bagi diri Anda maupun perusahaan. Gak usah dijawab sekarang, namun setiap saat Anda harus menanyakan hal ini kepada diri Anda sendiri.
  • Dengan terus menerus Anda menanyakan “Mengapa Saya di Sini?” maka sebenarnya Anda sedang menggali tujuan Anda apa dan itu pasti terkait dengan tujuan hidup Anda dalam skala besar. Apple adalah perusahaan komputer seperti DELL, HP, IBM atau lainnya. Tahukah Anda mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan? Jawaban mereka: “We always believe in challenging the status quo” – artinya … Apple tak pernah merasa puas dengan capaian apapun yang telah mereka raih, terus berinovasi.
  • Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan Mengapa maka selanjutnya Anda akan lebih mudah menguraikan bagaimana, khususnya di sini, bagaimana Anda akan melakukan implementasi dari strategi kelak. Kalau tujuan Anda adalah value creation maka tentunya Anda tahu bagaimana caranya menciptakan nilai untuk klien Anda.
  • Dan tentunya pada akhirnya Anda bisa identifikasi dengan mudah terkait apa yang Anda targetkan harus terjadi dan apa tindak-lanjutnya.

Sederhana bukan? Mulai dengan MENGAPA dan kemudian sesi koordinasi nasional ini berjalan lancar ….

Start_with_Why

 

 

 

 

 

Read Full Post »